Basmalah Menurut Ilmu Nahwu Sharaf Fiqih

Basmalah-Menurut-Ilmu-Nahwu-Sharaf-Fiqih
Sebelum Web BlogBelajar.com memulai eksistensinya dalam membahas banyak hal terkait ilmu dan pengetahuan, sebagai muqaddimah penulis akan membahas terlebih dahulu Basmalah Menurut Ilmu Nahwu Sharaf Fiqih secara ringkas. Hal ini sangat penting sebagaimana dijelaskan al-Syaikh al-Alamah al-Sayid Ahmad Zaini Dahlan dalam kitabnya yang sangat masyhur dan selalu menjadi referensi pertama dan utama semua penuntut ilmu nahwu khususnya di lembaga-lembaga pendidikan berlatarbelakang pesantren atau ma'had al-Islamy di seluruh dunia yaitu Syarah Mukhtashar Jiddan alā Matn al-Ajurumiyyah :

الكلام على البسملة شهير لا يحتاج الى ذكر ولكن لايترك بالكلمة تحصيلا للبركة فينبغي لكل شارع في فن أن يتكلم عليها بطرف يناسبه

"Pembahasan البسملة adalah merupakan suatu pembahasan yang sangat masyhur yang tidak perlu dijadikan topik pembahasan lagi saking masyhurnya, akan tetapi ditinggalkan untuk dibahas supaya menghasilkan keberkahan. Dengan demikian, maka menjadi penting bagi setiap yang akan mulai terjun mempelajari suatu jurusan bidang keilmuan untuk menjadikannya topik pembahasan dengan fokus pembahasan yang relevan dengan jurusan bidang keilmuan yang akan mulai dipelajarinya." (Lihat : Syarah Mukhtashar Jiddan alā Matn al-Ajurumiyyah Hal 4)

Dengan membahasnya, mudah-mudahan BlogBelajar.com yang insya Allah akan dipergunakan sebagai "Tempat Belajar Online Semua Ilmu" ini juga menjadi blog yang penuh berkah, manfaat dan senantiasa berada dalam lindungan dan pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Penulis mencukupkan pembahasan pada 3 fan saja, yaitu : Nahwu, Sharaf dan Fiqih. Hal itu karena biasanya pembahasannya dibuat terpisah menurut fan ilmu tertentu. Akan tetapi hal itu akan membuat artikel ini terlalu panjang. Oleh karena itulah dibuat pembahasan basmalah secara ringkas menurut 3 fan yang paling populer penggunaannya.

  1. Basmalah Menurut Ilmu Nahwu
  2. Basmalah Menurut Ilmu Sharaf
  3. Basmalah Menurut Ilmu Fiqih

Basmalah Menurut Ilmu Nahwu

Ilmu Nahwu adalah :

حده علم بقواعد يعرف بها أحكام الكلمات العربية حال تركيبها من الإعراب والبناء وما يتبعهما من شروط النواسخ وحذف العائد
"Hadnya adalah ilmu dengan qaidah-qaidah yang dapat diketahui dengannya hukum-hukum kalimat-kalimat bahasa arab dalam hal susunan kalimatnya termasuk i’rabnya, binanya dan yang mengikuti keduanya dari syarat-syarat nawasikh dan membuang a’id" (Lihat : Syarah Mukhtashar Jiddan alā Matn al-Ajurumiyah)

Maka pada pembahasan Basmalah yang dibahas oleh Ilmu Nahwu adalah : ahwal kalimat بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ yang terdiri dari 5 kalimat, yaitu :
  1. Ahwal akhir kalimat (atau lafadz) بِ
  2. Ahwal akhir kalimat (atau lafadz) اِسْمِ
  3. Ahwal akhir kalimat (atau lafadz) اللّٰهِ
  4. Ahwal akhir kalimat (atau lafadz) الرَّحْمٰنِ
  5. Ahwal akhir kalimat (atau lafadz) الرَّحِيْمِ

>> Selengkapnya tentang basmalah menurut ilmu nahwu >>

Basmalah Menurut Ilmu Sharaf

Ilmu Sharaf adalah :

عِلْمٌ بِقَوَاعِدَ تُعْرَفُ بِهَا اَحْوَالُ اَبْنِيَةِ الْكَلِمِ الَّتِي لَيْسَتْ بِإِعْرَأبٍ وَلَا بِنَاءٍ

"ilmu tentang kaidah-kaidah yang dengannya akan dapat diketahui konstruksi kalimat yang bukan permasalahan i'rab dan mabni" (Lihat : al-Zanjani 9)

Maka pada pembahasan Basmalah, yang dibahas oleh Ilmu Sharaf adalah : asal-usul kalimat بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ yang terdiri dari 5 kalimat, yaitu :

  1. Asal-usul kalimat (atau lafadz) بِ
  2. Asal-usul kalimat (atau lafadz) اِسْمِ
  3. Asal-usul kalimat (atau lafadz) اللّٰهِ
  4. Asal-usul kalimat (atau lafadz) الرَّحْمٰنِ
  5. Asal-usul kalimat (atau lafadz) الرَّحِيْمِ

secara asal ilmu sharaf tidak ada kaitan dengan huruf untuk huruf ب karena itu wilayah ilmu nahwu, Sebagaimana pernyataan Imam Ibn Malik dalam Nadzm al-Khulashah Alfiyah Ibn al-Malik Bab التصريف Bait 915 : 

حَرْفٌ وشِبْهُهُ مِنَ الصَّرْفِ بَرِي # وَمَا سِوَاهَمَا بِتَصْرِيْفٍ حَرِيْ
"حرف dan شبه الحرف dari ilmu sharaf berlepas # Pembahasan selain keduanya dengan ilmu sharaf itu pantas". (lihat syarh Ibn Aqil ala Alfiyah Hal 189) 

Yang dimaksud dengan شبه الحرف adalah isim mabni dan fi'il jamid, sebagaimana dijelaskan oleh al-Alamah al-Fadhil al-Ustadz al-Syaikh Muhammad al-Khudhari :
 قوله وشبهها
هو الإسم المبنية والأفعال الجامدة كعَسَى ولَيْسَ فانها تشبه الحرف في الجمود
"Yang dimaksud شبه الحرف adalah isim-isim mabni dan fi'il-fi'il jamid seperti lafadz عَسَى dan lafadz لَيْسَ karena itu semuanya menyerupai حرف dalam hal kejumudannya." (Lihat Hasyiyah al-Khudhari ala Ibn 'Aqil Juz 2 Hal 182-183)

tapi ada alur tahwil dan tabdil yang kemudian berdampak pada cara penulisan huruf ب menjadi لب 
Sebagaimana penjelasan Syaikh Muhammad Byr Ali al-Barkawi dalam Kitab Ruh al-Syuruh ala al-Maqshud (Syarah kitab Mathlub-nya Imam Abu Hanifah)
............. ثم لما أدخلت الباء حذفت الهمزة لفظا وخطا لكثرة الإستعمال وعوض عنها مد الباء
"kemudian tatkala dimasukan ب maka dibuang hamzah washal baik secara pengucapan lafadz maupun tulisannya karena trend penggunaannya, dan مد pada ب yang mirip bentuk ل dijadikan sebagai iwadhnya/penggantinya (Lihat : Ruh al-Syuruh ala al-Maqshud, Syarah kitab Mathlub-nya Imam Abu Hanifah Hal 2-3)

oleh karena itu penulis jadi tidak berlepas untuk membahasnya karena itu sangat bagus untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan.

>> Selengkapnya tentang basmalah menurut ilmu sharaf >>

Basmalah Menurut Ilmu Fiqih

Ilmu Fiqih adalah :
فعلم الفقه في الإصطلاح الشرعي هو العلم بالأحكام الشرعية العملية المكتسب من أدلتها التفصيلية أو هو مجموعة الأحكام الشرعية العملية المستفادة من أدلتها التفصيلية
"ilmu fiqih dalam istilah syara : ilmu fiqih adalah ilmu tentang hukum-hukum syar'iyah yang bersifat amaliyah yang dikasab dari dalil-dalilnya yang bersifat tafsili. Atau ilmu fiqih ini adalah kumpulan hukum-hukum syar'iyah yang bersifat amaliyah yang difahami dari dalil-dalilnya yang bersifat tafsili. (Lihat : Ilmu Ushul al-Fiqh Abd al-Wahab Khallāf Hal 11)

Maka pada pembahasan Basmalah, yang dibahas oleh Ilmu Fiqih adalah : hukum-hukum pengamalan kalimat بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ yang terdiri dari 5 hukum, yaitu :

  1. Wajib
  2. Sunat
  3. Jaiz
  4. Makruh
  5. Haram

Pembahasan ulama tentang basmalah dari perspektif ilmu fiqih merupakan pembahasan yang sangat panjang, karena pembahasan hukum fiqih itu sangat kompleks dan terkait juga dengan ilmu ushul fiqih sebagai ilmu yang membahas metode istinbathnya. 

Akan tetapi secara umum dalam pembahasan ini mereka tetap sama, merujuk pada Hadits :

كُلُّ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لَا يُبْدَاُ فِيْهِ بِبِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمࣷنِ الرَّحِيْمِ فَهُوَ أَبْتَرُ أَوْ أَقْطَعُ أَوْ أَجْدَمُ رواه أبي داود وغيره
Sebagai bunyi hadits yang sangat populer dan sangat erat kaitannya dengan hukum syara penggunaannya.

Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Syaikh Sayid Muhammad Syatha al-Dimyati, seorang pakar ilmu fiqih dalam kitabnya yang sangat populer yaitu I'anah al-Thalibin :
والأن الشروع في فن الفقه الباحث عن الأحكام الشرعية فيقال البسملة مطلوبة في كل أمر ذي بال أي حال يهتم به شرعا الخ
"Sekarang adalah jurusan bidang ilmu fiqih yang membahas tentang hukum-hukum syar'iyah. Maka dikatakan : Basmalah dianjurkan pada setiap urusan yang dinilai baik oleh syara.....dst" (I'anah al-Thalibin Juz 1 Hal 3)



Wallahu A'lam

Daftar Pustaka

al-Syaikh al-Alamah al-Sayid Ahmad Zaini Dahlan. Syarah Mukhtashar Jiddan alā Matn al-Ajurumiyyah.

al-Syaikh 'Abdul Haq ibn Abdul Hannan al-Jawi. Tadrij al-Adani ila Qira'ah Syarh al-Taftazani ala Tashrif al-Zanjani

al-Syaikh al-Imam Abu Abdillah Jamaluddin  Muhammad ibn Abdullah Ibn Malik al-Andalusi. Syarh Ibn Aqil ala Nadzm al-Khulashah Alfiyah Ibn Malik.

al-‘Alamah al-Fadhil al-Ustadz al-Syaikh Muhammad al-Khudhari. Hasyiyah al-Khudhari alā Syarh al-Muhaqqiq al-Alamah Ibn ‘Aqil alā Alfiyah al-Imam Ibn Malik.

al-Imam Abu Hanifah. al-Mathlub bi Syarh al-Maqshud.

al-Syaikh Muhammad Byr Ali al-Barkawi. Ruh al-Syuruh ala al-Maqshud.

al-Syaikh Abdul Wahab Khallaf. Ilmu Ushul al-Fiqh

al-Syaikh Sayid Muhammad Syatha al-Dimyati. I'anah al-Thalibin

Artikel Paling Relevan

Comments


EmoticonEmoticon