10 Adjective (Kata Sifat)

10 Adjective (Kata Sifat) : Epitnet, Predicative, Possessive, Descriptive, Numeral, Limiting, Proper, Demonstrative, Interrogative, Distributive.

Adjective merupakan salah satu dari 8 jenis Parts of Speech. Adjective adalah kata yang menerangkan sifat noun (kata benda) atau sifat pronoun (kata ganti noun). Oleh karena itu, kita menyebut Adjective sebagai kata sifat.

Berdasarkan penempatannya dalam kalimat, adjective terbagi menjadi 2, yaitu : epitnet adjective dan predicative adjective.
Sedangkan berdasarkan jenisnya, adjective terbagi menjadi 8, yaitu : Possessive Adjective, Descriptive Adjective, Numeral Adjective, Limiting Adjective, Proper Adjective, Demonstrative Adjective, Interrogative Adjective dan Distributive Adjective. 
Nama-namanya kok mirip nama-nama noun dan pronoun? Ya, benar. Si Noun dan Si Pronoun sebagai aktor dan aktris sesungguhnya dalam dunia gramatikal sedang beraksi memainkan perannya di panggung adjective. Saya bahkan mencium "adjective" ini hanya sebagai panggung pencitraan mereka berdua saja 😹
Jadi ada 10 Adjrctive yang akan dijelaskan dalam artikel ini.

01. Epitnet Adjective

Dalam tata bahasa Indonesia, penempatan kata sifat biasanya adalah sesudah kata benda. Karena rumusnya adalah : Diterangkan + menerangkan. Contoh : "Situs terbaik"
Sedangkan dalam tata bahasa inggris penempatan kata sifat adalah sebaliknya, yaitu sebelum kata benda. Karena rumusnya adalah : Menerangkan + Diterangkan. Contoh : "best site" bukan "site best".
Nah, Penempatan Adjective yang seperti inilah yang dalam tata bahasa inggris disebut Epitnet Adjective. Yaitu : Adjective ditempatkan sebelum Noun (Kata benda) atau Pronoun (Kata Ganti).

02.Predicative Adjective

Adjective (kata sifat) juga bisa ditempatkan sesudah pokok kalimat dan to be (am/is/are) jika Adjective berfungsi sebagai predikat dalam kalimat. Contoh : "this site is the best".
Nah, penempatan adjective yang seperti ini disebut Predicative Adjective. Yaitu : penempatan adjective sesudah pokok kalimat dan to be (am/is/are) sebagai predikat dalam kalimat.

03.Possessive Adjective

Possessive Adjective adalah adjective (kata sifat) yang dipergunakan untuk menerangkan kepemilikan. 
Kata-kata kepemilikan yang dipergunakan sebagai sifat pada jenis ini adalah kata-kata yang juga termasuk possessive pronoun (kata ganti kepunyaan). 
Dengan kata lain, saat ini Possessive Pronoun sedang berperan atau berkedudukan dalam kalimat sebagai Possessive Adjective. Contoh Penggunaan :
  • This is my book (ini adalah bukuku). “ku” adalah kata ganti yang dipergunakan untuk menerangkan kepemilikan “buku”. sekaligus berkedudukan atau berperan dalam kalimat sebagai sifat dari “buku”. Maka bisa dikatakan bahwa kata ganti kepemilikan “ku” saat ini sedang berperan sebagai kata sifat. Kata sifat seperti ini dinamakan kata sifat kepemilikan. "my” adalah pronoun yang dipergunakan untuk menerangkan kepemilikan “book”. Sekaligus berkedudukan atau berperan dalam kalimat sebagai adjective dari “book”. Maka bisa dikatakan bahwa possessive pronoun “my” saat ini sedang berperan sebagai adjective. Adjective seperti ini dinamakan possessive adjective.
  • This is your book (ini adalah bukumu). “mu” adalah kata ganti yang dipergunakan untuk menerangkan kepemilikan “buku”. sekaligus berkedudukan atau berperan dalam kalimat sebagai sifat dari “buku”. Maka bisa dikatakan bahwa kata ganti kepemilikan “mu” saat ini sedang berperan sebagai kata sifat. Kata sifat seperti ini dinamakan kata sifat kepemilikan. “your” adalah pronoun yang dipergunakan untuk menerangkan kepemilikan “book”. Sekaligus berkedudukan atau berperan dalam kalimat sebagai adjective dari “book”. Maka bisa dikatakan bahwa possessive pronoun “your” saat ini sedang berperan sebagai adjective. Adjective seperti ini dinamakan possessive adjective.

04.Descriptive Adjective

Descriptive adjective adalah adjective (kata sifat) yang dipergunakan untuk mendeskripsikan noun (kata benda) atau pronoun (kata ganti). 
Dengan kata lain kata deskriptif (penggambaran) yang dipergunakan ini berkedudukan sebagai sifat noun (kata benda) atau sifat pronoun (kata ganti) dalam kalimat. 
Kata sifat ini kadang-kadang disebut Adjective of Quality (kata kualitas yang dipergunakan sebagai sifat noun atau pronoun), karena pendeskrifsian biasanya terkait dengan kualitas. 
Contoh Descriptive Adjective sebagai sifat noun (kata benda) :
  • The book is cheap (buku itu murah). Kata “cheap” adalah kata deskriptif (penggambaran) kualitas harga yang dipergunakan sebagai sifat dari “book”
  • The Student is smart (siswa itu cerdas). Kata “smart” adalah kata deskriptif (penggambaran) kualitas otak yang dipergunakan sebagai sifat dari “student”
Contoh Descriptive Adjective sebagai sifat pronoun (kata ganti) :
  • It is cheap (Benda itu murah). Kata “cheap” adalah kata deskriptif (penggambaran) kualitas harga yang dipergunakan sebagai sifat dari “It”
  • He is smart (Dia itu cerdas). Kata “smart” adalah kata deskriptif (penggambaran) kualitas otak yang dipergunakan sebagai sifat dari “He”
Hal lain yang juga mungkin penting diketahui, bahwa untuk menanyakan sifat seseorang yang benar adalah menggunakan to be (is, am, are) bukan menggunakan kata bantu do/does Karena artinya berbeda. Contohnya kalimat:
"what are you like ?” artinya : “seperti apa kesepertianmu (sifatmu) ?”
Sedangkan 
“what do you like ?” artinya : “apa yang kamu sukai? (verb hati)”.
Beda kan?

5.Numeral Adjective

Numeral Adjective adalah adjective (kata sifat) yang dipergunakan untuk menyatakan jumlah noun (kata benda) atau pronoun (kata ganti). Kata penjumlahan atau bilangan yang dipergunakan ini berkedudukan saat dipergunakan dalam kalimat sebagai kata sifat, untuk men-sifat-kan jumlah pada noun (kata benda) atau pronoun (kata ganti).
Adjective (kata sifat) ini menggunakan kata-kata penjumlahan tertentu seperti : cardinal number (bilangan utama atau bilangan biasa), ordinal number (bilangan urutan atau bilangan bertingkat), fractional number (bilangan pecahan), decimal number (bilangan decimal) dan percentage (prosentase)
Jenis-Jenis dan Contoh Penggunaan
1).Cardinal Number (Bilangan Utama atau Bilangan Biasa)
One (1) Two (2) Three (3) Four (4) Five (5) Six (6) Seven (7) Eight (8) Nine (9) Ten (10) Eleven (11) Twelve (12) Thirteen (13) Fourteen (14) Fiveteen (15) Sixteen (16) Seventeen (17) Eighteen (18) Nineteen (19) Twenty (20), Twenty One (21), Twenty Two (22), Twenty Three (23), Twenty Four (24), Twenty Five (25), Twenty Six (26), Twenty Seven (27), Twenty Eight (28), Twenty Nine (29), Thirty (30), Thirty One (31), Forty (40), Fifty (50), Sixty (60), Seventy (70), Eighty (80), Ninety (90), A Hundreed/One Hundreed (100), A Hundred One/One Hundred and One (101), Two Hundred and Two (202), Nine Hundred and Ninety Nine (999), One Thousand (1000), One Thousand and One (1001), Six Thousand Seven Hundreed and Eighty Nine (6789), Ten Thousand (10.000), One Hundred Thousand (100.000), A Million/One Million (1.000.000), A Billion/One Billion (1.000.000.000). 
Contoh Kalimat Numeral Adjective menggunakan cardinal number : 
"Ten students are studying together (sepuluh siswa sedang belajar bersama)
“sepuluh” adalah kata yang menyatakan jumlah (bilangan biasa) “siswa”, sekaligus berkedudukan dalam kalimat ini sebagai sifat dari kata “siswa”.
“ten” adalah kata yang menyatakan jumlah (cardinal number) “student”, sekaligus berkedudukan dalam kalimat ini sebagai sifat dari kata “students”.
Dalam kalimat di atas, kata “ten” merupakan numeral adjective dari countable noun “students”.
2).Ordinal Number (Bilangan Urutan atau Bilangan Bertingkat)
First (pertama), Second (kedua), Third (ketiga), Fourth (keempat), five (kelima), sixth (keenam), Seventh (ketujuh), eigth (kedelapan), Ninth (kesembilan), Tenth (kesepuluh), Eleventh (kesebelas), Twelfth (keduabelas), Thirteenth (ketigabelas), Fourteenth (keempatbelas), Fifteenth (kelimabelas), Seventeeth (ketujuhbelas), Eighteenth (kedelapanbelas), Nineteenth (kesembilanbelas), Twentieth (keduapuluh), Twenty First (keduapuluhsatu), Twenty Second (keduapuluhdua), Twenty Third (keduapuluhtiga), Thirtieth (ketigapuluh), Thousandth (keseribu), Ten Thousandth (kesepuluhribu), Milllionth (kesejuta) dan seterusnya.
Contoh Kalimat Numeral Adjective menggunakan ordinal number : The first humans created by Allah were Prophet Adam AS and Siti Hawa (Manusia pertama yang diciptakan Allah adalah Nabi Adam AS dan Siti hawa)
“pertama” adalah kata yang menyatakan jumlah (bilangan urutan) “manusia” sekaligus berkedudukan dalam kalimat ini sebagai sifat dari kata “manusia”
“first” adalah kata yang menyatakan jumlah (ordinal number) “humans” sekaligus berkedudukan dalam kalimat ini sebagai sifat dari kata “humans”.
Dalam kalimat di atas, kata “first” merupakan numeral adjective dari countable noun “humans”.
3).Fractional Number (Bilangan Pecahan)
A half (1/2), A Third (1/3), A Fourth (1/4), A five (1/5), A Sixth (1/6), A Seventh (An Eight (1/8), A Ninth (1/9), A Tenth (1/10), A Twentieth (1/20), Three Fourth (3/4) dan seterusnya.
Contoh Kalimat Numeral Adjective menggunakan fractional number : when I publish this article my glass of copy is only 1/2 a glass (saat mempublikasikan artikel ini gelas kopi kepunyaanku tinggal 1/2 gelas)
“1/2” adalah kata yang menyatakan jumlah (bilangan pecahan) “gelas” sekaligus berkedudukan dalam kalimat ini sebagai sifat dari kata “gelas”
“1/2” adalah kata yang menyatakan jumlah (fractional number) “a glass” sekaligus berkedudukan dalam kalimat ini sebagai sifat dari kata “a glass”.
Dalam kalimat di atas, kata “1/2” merupakan numeral adjective dari countable noun “a glass”.
4).Decimal Number (Bilangan Desimal)
Zero Point Five (0,5), Zero Point Twenty Five (0,25), Zero Point Seventy Five (0,75), Zero Point Zero Zero Five (0,005), Zero Point Zero Zero Seven (0.007)
Contoh Kalimat Numeral Adjective menggunakan decimal number : the height of 0,5 meter in making environmental road drainage is normal (ketinggian 0.5 meter pada pembuatan drainase jalan lingkungan itu sudah biasa)
“0,5” adalah kata yang menyatakan jumlah (bilangan desimal) “meter” sekaligus berkedudukan dalam kalimat ini sebagai sifat dari kata “meter”
“0,5” adalah kata yang menyatakan jumlah (decimal number) “meter” sekaligus berkedudukan dalam kalimat ini sebagai sifat dari kata “meter”.
Dalam kalimat di atas, kata “0,5” merupakan numeral adjective dari countable noun “meter”.
5).Percentage Number (Bilangan Prosentase)
Ten Percent (10%), Twenty Five Percent (25%), Fifty Percent (50%), One Hundred Percent (100%)
Contoh Kalimat Numeral Adjective menggunakan percentage number :
100% shares of blogbelajar.con are owned by admin (100% Saham blogbelajar.com adalah milik admin)
“100%” adalah kata yang menyatakan jumlah (bilangan prosentase) “saham” sekaligus berkedudukan dalam kalimat ini sebagai sifat dari kata “saham”
“100%” adalah kata yang menyatakan jumlah (percentage number) “shares” sekaligus berkedudukan dalam kalimat ini sebagai sifat dari kata “shares”.
Dalam kalimat di atas, kata “100%” merupakan numeral adjective dari countable noun “shares”. 

06.Limiting Adjective

Limiting adjective adalah adjective (kata sifat) yang dipergunakan untuk menyatakan jumlah noun (kata benda). Noun (kata benda) yang disifati bisa countable noun (kata benda yang dapat dihitung atau dinyatakan dalam bentuk satuannya) maupun untuk uncountable noun (kata benda yang tidak dapat dihitung atau dinyatakan dalam bentuk satuannya).
Kata sifat ini kadang-kadang disebut Adjective of Quantity (kata sifat yang dipergunakan untuk menyatakan kuantitas noun atau pronoun). 
Bedanya dengan Numeral adjective, yang ini jumlahnya tidak dinyatakan dalam angka karena tidak jelas, sekalipun yang disifati adalah countable noun. 
Jadi ini memungkinkan kita untuk memilih ketika akan membuat suatu kalimat yang menerangkan jumlah sebagai sifatnya. 
Jika jumlahnya jelas dan dapat dinyatakan satuannya dengan angka, kita bisa mempergunakan numeral adjective. 
Jika jumlahnya tidak jelas (sekian) maka kita bisa mempergunakan limiting adjective.
Kata-kata yang termasuk limiting adjective antara lain: a little (sedikit), a lot of (banyak), much (banyak), a few (beberapa), any (beberapa), some (beberapa) dan no/not any (tidak). Contoh Penggunaan :
  • a little. Dipergunakan untuk uncountable noun dalam kalimat positif. Contoh : He need a little ink to write poetry (dia membutuhkan sedikit tinta untuk menulis puisi)
  • a lot of. Dipergunakan untuk countable noun dan uncountable noun dalam kalimat positif. Contoh countable noun: He has a lot of books (dia mempunyai banyak buku). Contoh uncountable noun: He needs a lot of water (dia membutuhkan banyak air)
  • much. Dipergunakan untuk uncountable noun. Terkadang orang kebingungan dalam pemakaian how many dan how much. How many dipakai untuk countable noun (benda yang dapat dihitung secara satuan). Seperti jumlah buku, sepatu dan tas. Sedangkan How much dipakai untuk uncountable noun (benda atau hal-hal yang tidak dapat dihitung secara satuan) seperti air, gula dan nilai uang. Contoh : He is going to buy much water (dia pergi membeli banyak air), Did he buy much water last night? (apakah dia membeli banyak air malam tadi?). How much juga biasa dipergunakan untuk menanyakan harga. Pada penggunaannya diikuti to be atau diikuti kata cost di belakang kalimat sebagai penegasan bahwa yang dipertanyakan adalah harga. Contohnya : “how much is the car?” (berapa harga mobil tersebut?) atau “how much does the car cost?” (berapakah mobil tersebut harganya?)
  • a few. Dipergunakan untuk countable noun. Contoh : A few people attended the meeting (beberapa orang menghadiri pertemuan tersebut)
  • some. Dipergunakan untuk countable noun. Contoh : I have some cars (saya memiliki beberapa mobil)
  • any. Dipergunakan untuk countable noun dan uncountable noun. Contoh countable noun : I don’t have any pencils (aku tidak memiliki beberapa pencil). Do you have any pencils? (apakah kamu memiliki beberapa pencil?). Contoh uncountable noun : I don’t need any ink (aku tidak memiliki beberapa tinta) Do you want any ink? (apakah kamu menginginkan beberapa tinta?)
  • no/not any. Digunakan untuk menyangkal, baik untuk countable noun maupun untuk uncountable noun. Contoh countable noun : I have not any cars (saya tidak memiliki sejumlah mobil) Contoh uncountable noun : She has no ink (dia tidak memiliki tinta)

07.Proper Adjective

Proper adjective adalah kata sifat yang dipergunakan untuk menerangkan sesuatu yang secara eksklusif dimiiki oleh noun (kata benda) atau pronoun (kata ganti).
Jenis kata sifat ini menggunakan proper noun untuk dijadikan sifat noun (kata benda) yang lainnya atau pronoun (kata ganti benda). Dengan kata lain, Proper noun saat ini dipergunakan dan berkedudukan sebagai Adjective (kata sifat).
Contoh Proper Noun : Kabayan (nama orang), Tasikmalaya (nama kota), Indonesia (nama Negara), Garuda (nama burung lambang Negara Indonesia), BlogBelajar. (nama blog belajar populer), dan sebagainya. Contoh penggunaan :
  • Indonesia people are very nice (orang Indonesia itu sangat manis) Dalam kalimat di atas “Indonesia” merupakan proper noun yang saat ini sedang dipergunakan dan berkedudukan dalam kalimat sebagai adjective dari noun (kata benda) “people”, maka proper noun “Indonesia” dalam hal kedudukannya pada kalimat seperti itu dinamakan Proper Adjective.

08.Demonstrative Adjective

Demonstrative Adjective adalah adjective (kata sifat) yang dipergunakan untuk menunjukan keberadaan noun (kata benda).
Adjective (kata sifat) jenis ini memperkenalkan kembali kepada kita kata-kata yang termasuk demonstrative pronoun, yaitu : this, that, these dan those untuk dijadikan adjective (kata sifat). 
Dengan kata lain, Demonstrative adjective adalah demonstrative pronoun yang dipergunakan dan berkedudukan dalam kalimat sebagai adjective (kata sifat). Contoh Penggunaan :
  • This book is mine (buku yang ini milikku) Pada kalimat ini This menjadi sifat dari book
  • That book is mine (buku yang itu milikku) Pada kalimat ini That menjadi sifat dari book
  • These books is mine (buku-buku yang ini milikku) Pada kalimat ini These menjadi sifat dari books
  • Those books is mine (buku-buku yang itu milikku) Pada kalimat ini Those menjadi sifat dari books
Kenapa saya sebut menjadi sifat? karena kata-kata tersebut menjadi sifat keberadaan book dan books. 
Nah, Demonstrative Pronouns (This, That, These dan Those) dalam contoh-contoh kalimat di atas tadi sedang dipergunakan dan berkedudukan dalam kalimat-kalimat tersebut sebagai sifat, disebutlah mereka dalam peristiwa ini sebagai Demonstrative adjective.

09.Interrogative Adjective

Interrogative adjective adalah adjective (kata sifat) yang dipergunakan untuk mempertanyakan noun (kata benda).
Adjective jenis ini menggunakan interrogative pronoun untuk memodifikasi noun (kata benda). 
Dengan kata lain, Interrogative adjective adalah interrogative pronoun yang dipergunakan sebagai adjective. Karena kedudukannya dalam kalimat adalah juga sebagai kata sifat. 
Interrogative pronoun yang paling sering dipergunakan sebagai interrogative adjective adalah “what” dan “which”. Contoh Penggunaan :
  • What book do you sell? (buku apa yang anda jual?) Pada kalimat What book ini, kata what dipergunakan dan berkedudukan dalam kalimat sebagai kata sifat dari kata book. Kemudian dia disebut interrogative pronoun yang sedang menjadi adjective dari kata book. Itulah yang dimaksud dengan interrogative adjective
  • Which book is the cheapest? (buku mana yang paling murah?) Pada kalimat Which book ini, kata which dipergunakan dan berkedudukan dalam kalimat sebagai kata sifat dari kata book. Kemudian dia disebut Interrogative Pronoun yang sedang menjadi adjective dari kata book. Jadilah which ini Interrogative Adjective. Itulah yang dimaksud dengan Interrogative Adjective 

10.Distributive Adjective

Distributive adjective adalah adjective (kata sifat) yang dipergunakan untuk menunjukkan bahwa noun atau pronoun yang disifati adalah salah satu dari dua noun atau pronoun yang ada. 
Kata-kata yang paling umum dipergunakan adalah : Each, Every, Either dan Neither. Contoh Penggunaan :
  • Each : Masing-masing/setiap (untuk menyatakan masing-masing atau setiap dari suatu jumlah tertentu dari dua kata benda ke atas). Contoh : Each student has one book (masing-masing dari siswa memiliki satu buku)
  • Every : Setiap. (untuk menyatakan setiap dari suatu jumlah yang tidak tentu dari tiga kata benda ke atas). Contoh : Every paraghraph make me dizzy (setiap paraghraph membuatku pusing)
  • Either : Baik…atau…/ juga …. juga .… (untuk menyatakan salah satu dari dua). Contoh : Either upin or ipin will make you laugh (baik upin maupun ipin akan dapat membuatmu tertawa)
  • Neither : Baik .... maupun .… tidak ….. (untuk menyatakan salah satu dari dua). Contoh : I am not studying arabic, and neither you are (saya tidak sedang belajar bahasa arab, dan anda juga tidak)
Comments


EmoticonEmoticon