Rumus Past Future Continuous Tense : S + Should/Would + Be + Verb 1-ing

Rumus Past Future Continuous Tense : S + Should/Would + Be + Verb 1-ing

Past Future Continuous Tense merupakan rumus ke-14 dari 16 rumus tenses english grammar dan rumus ke-2 dari 4 rumus Past Future Tense. 

  1. Simple Past Future Tense
  2. Past Future Continuous Tense
  3. Past Future Perfect Tense
  4. Past Future Continuous Tense

Trending topic Past Future Continuous Tense ada di waktu “past”. Imajinasinya di waktu past melesat ke waktu future dan processing di waktu future, tapi future yang dimaksud adalah future dari perspektif waktu past, bukan future dari perspektif waktu present. Sedangkan orang yang berbicaranya tetap berada pada waktu “present”.

Jadi Past Future Continuous Tense ini adalah Future Continuous Tense Versi Past (Lawas). Oleh karena itu untuk memahami tenses jenis ini, kita perlu memahami Future Continuous Tense terlebih dahulu. 

Berikut ini adalah perbedaan antara Future Continuous Tense vs Past Future Continuous Tense :

  • Waktu. Future Continuous Tense diimajinasikan di waktu present untuk dilakukan processing aksinya atau proses terjadi peristiwanya di waktu future, tapi pernyataannya dinyatakan di waktu present. Sedangkan Past Future Continuous Tense diimajinasikan di waktu past untuk dilakukan processing aksinya atau proses terjadi peristiwanya di waktu future versi lawas, tapi dinyatakan pernyataannya di waktu present.
  • Topik. Topik pembahasan Future Continuous Tense masih bersifat imajinatif karena orang yang membahasnya belum sampai ke waktu proses pelaksanaan. Sedangkan topik pembahasan Past Future Continuous Tense sudah tidak lagi bersifat imajinatif karena sudah bisa ceritakan kronologi aksi atau runtutan peristiwa step by stepnya.
  • Rumus. Rumus Future Continuous Tense menggunakan modal auxiliary verb "Will/Shall", sedangkan Past Future Continuous Tense menggunakan "Would/Should"

Rumus Past Future Continuous Tense : S + Should/Would + Be + Verb 1-ing

  • (+) Subject + Should/Would + Be + Verb 1-ing
  • (-) Subject + Should/Would + Not + Be + Verb 1-ing
  • (?) Should/Would + Subject + Be + Verb 1-ing
Kehadiran "Verb" dan "Be" pada formasi rumus ini adalah sebagai pertanda bahwa ini adalah kalimat verbal.

Kali ini "Be" hadir lagi dengan wujud aslinya bukan jelmaannya (am, is, are, was, were, dan been). Wujud aslinya ini sebenarnya adalah Verb 1 Infinitive To. Lihat : Fungsi 6 Jenis To Be (am, is, are, was, were dan been)

Tentunya kehadiran "Be" dengan wujud aslinya ini membawa misi khusus dong, idealnya begitu. Atau setidaknya sangat dibutuhkan kehadiran wujud aslinya.
Ini ibarat kepala sekolah turun tangan sendiri memberikan pengajaran terhadap peserta didik, padahal tenaga pengajar tidak kurang. Bisa jadi itu karena kepala sekolah ada misi khusus, atau karena semua tenaga pengajar yang ada di bawah kepemimpinannya kurang memiliki kompetensi yang mumpuni untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai pengajar.
Apa fungsinya? hal ini karena am is are was were been tidak memiliki makna yang dibutuhkan rumus ini. "Be" dengan wujud aslinya yang verb 1 (bentuk present) ini memiliki arti "menjadi", dan ini dibutuhkan sebagai penegasan perubahan hasil di waktu present dari aksi yang direncanakan atau diharapkan terjadi di waktu past. Bukankah "Be" memiliki "Been"? Tidak mungkin menggunakan been karena been itu verb 3 (bentuk perfect). Maka pada rumus ini yang diformulasikan harus "Be" (to be verb bentuk present penyumbang makna "menjadi") bukan been, bukan to be present (am is are) dan bukan to be lainnya dalam bentuk past (was dan were)

Verb yang dipergunakan adalah "verb 1"(bentuk present) sebagaimana rumus future pada umumnya, kecuali perfect tensenya. Tapi juga dengan tambahan "-ing" sebagaimana rumus continuous pada umumnya yang mengandung makna "processing".

"Would" dan "Should" adalah bentuk past dari "Will" dan "Shall" yang keduanya biasa dipergunakan dan diformulasikan pada formasi semua rumus Future Tense (Simple Future Tense, Future Continuous Tense, Future Perfect Tense dan Future Perfect Continuous Tense). Itu karena memang semua rumus Past Future Tense adalah merupakan versi lawas dari Future Tense.

Keberadaan "Would" dan "Should" pada rumus ini mengindikasikan bahwa keinginan tersebut diinginkan di masa lalu. Berbeda dengan ketika yang digunakan adalah "Will" dan "Shall" yang mengindikasikan bahwa keinginan diinginkan di waktu present.

Pilih "Would" atau "Should"? Lebih baik menggunakan rumus S + Would + Be + Verb 1-ing atau rumus S + Should + Be + Verb 1-ing?

Baik "Would" maupun "Should" memiliki arti yang sama, yaitu : "akan". Perbedaannya adalah :
  • Konteksnya. dimana "Would" lebih fleksibel, cocok untuk segala situasi dan kondisi. Sedangkan "Should" biasanya dipergunakan untuk tulisan atau percakapan yang lebih formal, misalnya : untuk penulisan karya ilmiah, untuk menyatakan janji di surat perjanjian hibah bantuan dana pemerintah, laporan kepada komandan upacara, percakapan dengan orang yang dihormati, dan lain sebagainya yang lebih formal dan lebih serius.
  • Subjectnya. Dimana "Would" bisa dipergunakan untuk semua subject, yaitu : I, We, You, He, She, They dan It. Sedangkan "Should" hanya boleh dipergunakan untuk subject : I dan We. 
Oleh karena itu Rumus Past Future Continuous Tense dengan formasi : S + Would + Be + Verb 1-ing lebih fleksibel secara kontekstual dan fungsinya. Sehingga rumus ini lebih user friendly bagi semua pengguna di seluruh dunia daripada rumus S + Should + Be +Verb 1-ing

Contoh Kalimat :
(+) Subject + Should/Would + Be + Verb 1-ing
  • I should be writing….
  • She would be writing…..
(-) Subject + Should/Would + Not + Be + Verb 1-ing
  • I should not be writing….
  • She would not be writing…..
(?) Should/Would + Subject + Be + Verb 1-ing
  • should I be writing….. ?
  • would She be writing….. ?

Penggunaan

Suatu perbuatan atau peristiwa yang akan berlangsung selama jangka waktu tertentu pada waktu future versi past. 
  • I would be writing an article at this time last night (saya akan sedang menulis sebuah atrikel pada saat ini malam tadi)
Suatu perbuatan atau peristiwa yang akan sedang berlangsung pada waktu lampau, yang biasa dipergunakan di dalam indirect speech. Biasanya diawali dengan “said” atau "told".
  • My Father said My Mother would be going to Tasikmalaya on Friday last week (Bapak saya berkata Ibu saya akan sedang pergi ke Tasikmalaya pada hari jum’at pekan lalu)
Comments


EmoticonEmoticon