Syarat Sah Sujud

Februari 22, 2021

Syarat Sah Sujud Menurut Ulama Fiqh Madzhab Imam Syafi‛i

Tinjauan Pustaka

1). Kitab Safinah al-Najā Hal 59 (Syaikh Salim bin Samir al-Hadhrami) & Kitab Kasyifah al-Sajā (Syaikh Muhammad Nawawi al-Bantani)

فَصْلٌ
شُرُوْطُ السُّجُوْدِ سَبْعَةٌ
أَنْ يَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْضَاءٍ وَأَنْ تَكُوْنَ جَبْهَتُهُ مَكْشُوْفَةً وَالتَّحَامُلُ بِرَأْسِهِ وَعَدَمُ الْهُوِيِّ لِغَيْرِهِ وَأَنْ لَايَسْجُدَ عَلَى شَيْءٍ مُتَحَرِّكٍ بِحَرَكَتِهِ وَارْتِفَاعُ أَسَافِلِهِ عَلَى أَعَالِيْهِ وَالطُّمَأْنِيْنَةُ فِيْهِ
Fashl - Syarat Sah Sujud ada 7 :
  1. Harus bersujud dengan anggota sujud yang 7
  2. Jidatnya harus dibuka.
  3. Harus menekankan seberat kepalanya.
  4. Tidak boleh ada tujuan lain ketika membungkuk selain untuk bersujud.
  5. Tidak boleh bersujud di atas suatu benda yang bisa ikut bergerak jika dia bergerak.
  6. Posisi pantatnya harus lebih tinggi daripada kepalanya.
  7. Harus thumaninah selama bersujud

Daftar Pustaka

al-Hadhrami, Syekh Salim bin Samir. Safinah al-Najā Hal 59
al-Bantani, Syaikh Muhammad Nawawi. Kasyifah al-Sajā.

Artikel Paling Relevan

Comments


EmoticonEmoticon